Tugas Softskill Komunikasi Bisnis
Tugas Softskill Komunikasi
Bisnis
Nama :
Sukini Nihardja
NPM :
1A214499
Kelas :
4EA12
Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis
Tugas : Mencari Kasus tentang Bagaimana
Proses Pemesanan Barang Secara Online
Pendahuluan
Perkembangan teknologi yang begitu
signifikan pada era globalisasi ini tentunya membawa banyak kemudahan. Internet
merupakan salah satu media yang dapat memudahkan setiap pengguna untuk
mengakses informasi kapanpun dan dimanapun. Melalui media internet terjadi
perubahan pola komunikasi, orang bertukar pesan dan berinteraksi dengan
hitungan menit hingga detik, tidak perlu
bertatapan muka untuk bertukar pesan.
Hal tersebut berdampak pula pada proses jual-beli. Seorang penjual
maupun pembeli tidak harus bertatap muka, mereka bisa dengan mudah menggunakan
media internet untuk melakukan transaksi jual-beli.
Contoh Kasus
Dalam kasus ini saya
pernah berbelanja di Lazada.co.id minat awal saya membeli di lazada.co.id
adalah adanya gratis ongkos kirim lalu saat itu saya membeli sebuah catokan
dengan harga Rp.200.000,- namun keesokan hari setelah saya mentransfer sejumlah
uang dan konfirmasi pembayaran kepada pihak lazada.co.id saya mendapat kabar
bahwa barang yang saya pesan ternyata habis. Lalu dengan beberapa langkah pun
uang saya dikembalikan atau direfund dan pihak lazada.co.id pun memberi kan
sebuah voucher berbelanja gratis sebesar Rp.100.000,- sebagai permohonan maaf
atas ketidaknyamanan berbelanja, menurut saya pemberian voucher cukup baik
karena dapat mempertahankan niat beli konsumen dengan adanya potongan harga
setelah terjadi ketidaknyamanan seperti itu. Dan proses keamanan transsaksi pun
cukup baik karena uang kembali 100%.
Profile Lazada.co.id
Lazada
Indonesia adalah situs belanja daring dengan model bisnis online B2C yaitu
seperti supermarket dimana anda memiliki produk untuk dijual, memiliki gudang
untuk stock barang, jika ada pembelian, barang tersebut harus dikirim ke
customer yang membelinya. Dilazada indonesia menawarkan berbagai macam jenis
produk, mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat
kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, serta perlengkapan
traveling dan olahraga. Lazada Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan
merupakan bagian dari Lazada
Group yang beroperasi di Asia Tenggara. Hingga tahun 2014,
Lazada Group telah beroperasi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam,
Thailand, dan Filipina dengan Singapura sebagai lokasi kantor pusat mereka. Lazada
Group sendiri merupakan salah satu anak perusahaan internet Jerman
bernama Rocket
Internet. Rocket Internet merupakan perusahaan inkubator daring yang
sukses menciptakan perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan
dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet,
antara lain Zalando, TopTarif, eDarling.
Teori
a. Proses
Komunikasi
Proses komunikasi
adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya sehingga
dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan (penyampai
pesan) dengan komunikatornya (penerima pesannya). Proses ini bertujuan
untuk menciptakan komunikasi yang efektif . Proses komunikasi dapat terjadi
apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan
motif komunikasi.
Tahapan proses
komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterpretasian
2. Penyandian (Encoding)
3. Pengiriman
4. Perjalanan
5. Penerimaan
6. Penafsiran
pesan (Decoding)
7. Umpan
balik (feed back)
Penginterprestasian
Hal yang
diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator.
Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul
hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan
rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke
dalam pesan disebut interpreting.
Penyandian
Tahap ini masih ada
dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh
akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding,
akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan
abstrak menjadi konkret.
Pengiriman
Proses ini terjadi
ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi
dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
Perjalanan
Tahapan ini terjadi
antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima
oleh komunikan.
Penerimaan
Tahapan ini ditandai
dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
Penyandian Balik
Tahap ini terjadi pada
diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang
berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil
menguraikannya (decoding).
Penginterpretasian
Tahap ini terjadi pada
komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diurai kan dalam bentuk pesan.
b. Unsur
– unsur Komunikasi
Komunikasi memiliki 7
unsur utama dan satu unsur tambahan. Unsur – unsur komunikasi berupa pengirim
informasi, proses, penyandian, pesan, saluran atau media, penafsiran, penerima
umpan balik serta terakhir gangguan atau noise. Berikut penjelasan tentang
ketujuh unsur dan satu unsur tambahan komunikasi berikut :
1. Pengirim
: unsur komunikasi ini adalah orang yang memiliki informasi dan kehendak untuk
menyampaikan kepada penerima informasi yaitu orang lain. Pengirim atau
komunikator dalam organisasi dapat berupa karyawan ataupun juga pimpinan
organisasi.
2. Penyandian (encoding) adalah
proses mengubah informasi kedalam isyarat atau simbol – simbol tertentu untuk
ditransmisikan. Proses penyandian ini dilakukan oleh pengirim.
3. Pesan
adalah informasi yang hendak disampaikan oleh pengirim kepada penerima
informasi dalam komunikasi. Sebagian besar pesan dalam bentuk kata, baik berupa
ucapan maupun tulisan. Akan tetapi, bermacam – macam perilaku non verbal dapat
juga dilakukan dalam komunikasi untuk menyampaikan pesan dan sebagai bentuk
pesan tersebut seperti gerakan tubuh (body language), raut muka, kedipan
mata, dan banyak lagi lainnya.
4. Saluran
atau Media. Ini merupakan unsur komunikasi yang digunakan untuk melakukan
pengiriman pesan dari pengirim ke penerima informasi dalam komunikasi. Saluran
yang digunakan dapat berbentuk secara langsung atau tidak menggunakan
perantaran apapun yaitu person to personlangsung atau menggunakan media
ataupun alat bantuan seperti surat kabar, komputer, internet, facebook, tulisan
di koran, majalah, dan banyak lagi alat komunikasi lainnya.
5. Penerima
: Penerima merupakan unsur komunikasi yang penting, tanpanya, tidak akan ada
komunikasi. Pihak penerima yang akan mengambil pesan tersebut dan kemudian
melakukan penafsiran atas informasi yang diterima oleh pengirim melalui saluran
komunikasi yang ada.
6. Penafsiran
atau Decoding. Decoding atau penafsiran merupakan unsur
komunikasi yang dilakukan oleh si penerima pesan. Pesan yang diterima dalam
komunikasi dapat ditafsirkan secara langsung atau sesuai yang terlihat dan juga
dapat ditafsirkan lebih dalam lagi. Tingkat penafsiran seseorang penerima pesan
terhadap pesan dapat berbeda tergantung orang tersebut, keadaan si pemberi
pesan atau pengirim dan sebagainya.
7. Umpan
balik atau feed back. Ini merupakan unsur komunikasi menjadi penanda bagi
pengirim bahwa pesan yang disampaikannya diterima oleh pihak penerima pesan,
sehingga pihak penerima memberikan tanggapan. Tanggapan yang muncul dapat
sesuai ataupun tidak sesuai dengan harapan pengirim, tergantung dengan proses
penafsiran yang dilakukan penerima pesan. Umpan balik ataufeed back hanya
dapat terjadi dalam komunikasi dua arah.
8. Gangguan.
Ini merupakan unsur tambahan dalam komunikasi. Noise atau gangguan
merupakan faktor merusak komunikasi. Dengan adanya noises, atau gangguan, maka
dapat terjadi kesalahan dalam komunikasi.
Referensi:
Comments
Post a Comment