tugas 2 softskill komunikasi bisnis
Nama : Sukini Nihardja
NPM : 1A214499
Kelas : 4EA12
Tugas
: “STRUKTUR ORGANISASI KOMUNIKASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL PERUSAHAAN ASURANSI
ASTRALIFE INDONESIA”
Komunikasi
merupakan hal penting dalam sistem pengendalian manajemen yang merupakan alat
untuk mengarahkan, memotivasi, memonitor atau mengamati serta evaluasi
pelaksanaan manajemen perusahaan yang mencoba mengarahkan pada tujuan
organisasi dalam perusahaan agar kinerja yang dilakukan oleh pihak manajemen
perusahaan dapat berjalan lebih efesien dan lancar, yang dimonitor atau yang
diatur dalam sistem pengendalian manajemen adalah kinerja dari perilaku manajer
di dalam mengelola perusahaan. Merchant (1998) mengatakan bahwa orientasi
perilaku berhubungan dalam lingkungan pengendalian manajemen, perilaku
berpengaruh dalam desain system pengendalian manajemen untuk membantu,
mengendalikan, memotivasi manajemen dalam mengambil keputusan dan memonitor
perilaku yang dapat mengendalikan aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam sebuah
organisasi.
KOMUNIKASI ORGANISASI
Komunikasi
organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam
kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005).
Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri
dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. lsinya berupa cara kerja di
dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan
dalam organisasi. Organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan
sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari
tugas-tugas dan wewenang (Robert Bonnington, 1973). Sendjaja (1994) menyatakan
fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:
·
Fungsi
informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem
pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi
berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat
waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat
melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran
manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi
ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan
karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di
samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan
kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.
·
Fungsi
regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap
fungsi regulatif, yaitu:
1.
Berkaitan dengan orang-orang yang berada
dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk
mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Juga memberi perintah atau
intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.
2.
Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan
regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan
kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk
dilaksanakan.
3.
Saluran komunikasi formal seperti
penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (buletin, newsletter) dan laporan
kemajuan organisasi.
4.
Saluran komunikasi informal seperti
perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga,
ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan
keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap
organisasi.
·
Fungsi
persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan
kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi
bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara
sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding
kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
·
Fungsi
integratif. Setiap organisasi berusaha untuk
menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan
pekerjaan dengan baik.
PROSES KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Proses Komunikasi:
Arus
pesan yang terjadi dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling
bergantung satu sama lain (the flow of messages within a network of
interdependen relationship). Pesan dibuat dan di pertukarkan sebagai
respon terhadap tujuan, kebijakan, dan tujuan spesifik organisasi.
Proses
Komunikasi Dasar
Griffin
(2003) membahas komunikasi organisasi mengikuti teori management klasik, yang
menempatkan suatu bayaran pada daya produksi, presisi, dan efisiensi Adapun
prinsip-prinsip dari teori management klasikal adalah sebagai berikut:
1. kesatuan
komando– suatu karyawan hanya menerima pesan dari satu atasan
2. rantai
skalar– garis otoritas dari atasan ke bawahan, yang bergerak dari atas sampai
ke bawah untuk organisasi; rantai ini, yang diakibatkan oleh prinsip kesatuan
komando, harus digunakan sebagai suatu saluran untuk pengambilan keputusan dan
komunikasi
3. divisi
pekerjaan– manegement perlu arahan untuk mencapai suatu derajat tingkat
spesialisasi yang dirancang untuk mencapai sasaran organisasi dengan suatu cara
efisien.
4. tanggung
jawab dan otoritas– perhatian harus dibayarkan kepada hak untuk memberi order
dan ke ketaatan seksama; suatu ketepatan keseimbangan antara tanggung jawab dan
otoritas harus dicapai.
5. disiplin–
ketaatan, aplikasi, energi, perilaku, dan tanda rasa hormat yang keluar seturut
kebiasaan dan aturan disetujui.
6. mengebawahkan
kepentingan individu dari kepentingan umum– melalui contoh
peneguhan, persetujuan adil, dan pengawasan terus-menerus.
POLA KOMUNIKASI VERTIKAL DAN
HORIZONTAL
Pola
komunikasi yang ada dalam organisasi dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar,
yaitu komunikasi Vertikal (ke atas dan Kebawah) dan Komunikasi Horisontal
(setara) Di kedua jenis komunikasi ke atas maupun ke bawah, manajemen
mengendalikan sistem komunikasinya. Para manajer memiliki waktu, keahlian, dan
fasilitas untuk memperbaiki komunikasi yang ada di organisasi.
Komunikasi
ke atas (Vertikal) merupakan pesan yang dikirim dari tingkat
hierarki yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya, para
pelaksana ke manajernya, atau dari para dosen ke Dekan Fakultas. Jenis
komunikasi ini biasanya mencakup;
·
Kegiatan yang berkaitan dengan
pekerjaannya, apa yang sedang terjadi di pekerjaan, seberapa jauh pencapainya,
apa yang masih harus dilakukan, dan masalah lain yang serupa.
·
Masalah yang berkaitan dengan pekerjaan
dan pertanyaan yang belum terjawab
·
Berbagai gagasan untuk perubahan dan
saran-saran perbaikan.
·
Perasaan yang berkaitan dengan
pekerjaaan mengenai organisasi, pekerjaan itu sendiri, pekerja lainnya, dan
masalah lain yang serupa. (De Vito, 2011: 385).
Komunikasi
horizontal (setara ) merupakan bentuk komunikasi secara mendatar dimana
terjadi pertukaran pesan secara menyamping dan dilakukan oleh dua pihak yang
mempunyai kedudukan sama, posisi sama, jabatan se-level, maupun eselon yang
sama dalam suatu organisasi. Menurut Daft (2003), komunikasi bentuk ini selain
berguna untuk menginformasikan juga untuk meminta dukungan dan
mengkoordinasikan aktivitas. Komunikasi horizontal diperlukan untuk menghemat
waktu dan memudahkan koordinasi sehingga mempercepat tindakan (Robbins, 2001).
Kemudahan koordinasi ini menurut Liaw (2006) disebabkan adanya tingkat, latar
belakang pengetahuan dan pengalaman yang relatif sama antara pihak-pihak yang
berkomunikasi, serta adanya struktur formal yang tidak ketat.
Fungsi
arus komunikasi horizontal ini adalah :
·
Memperbaiki koordinasi tugas
·
Upaya pemecahan masalah
·
Saling berbagi informasi
·
Upaya pemecahan konflik
·
Membina hubungan melalui kegiatan
bersama
Dalam
suatu perusahaan diperlukan adanya kegiatan-kegiatan manajemen yang baik dan
terarah. Salah satu fungsi manajemen itu adalah pengorganisasian, yaitu
suatu proses penentuan dan pengelompokan peraturan dan macam-macam
aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada
tanggung jawab masing-masing bagian sehingga mempermudah pimpinan untuk mengadakan
pengawasan dan meminta tanggung jawab atas tugas yang telah dibebankan pada
masing-masing bagian, menetapkan wewenang secara langsung didelegasikan kepada
setiap individu yang akan melakukan aktivitas.
Astralife
Powered by AVIVA adalah salah satu perusahaan asuransi jiwa yang berada dibawah
naunggan Astra Internasional dam Aviva yang didirikan pada Mei 2014 dengan
50:50 joint venture. Astralife sendiri memiliki visi yaitu “Astra Life hadir
disetiap rumah diIndonesia” serta misi perusahaan yaitu “Untuk membawa
ketenagan pikiran dan membangun masa depan yang sejahtera kejutaan masyarakat
Indonesia”. Dengan demikian komunikasi didalam sebuah perusahaan pun sangat
diperlukan. Pada penulisan kali ini saya akan membahas tentang komunikasi vertical
dan horizontal dalam sebuah organisasi perusahaan. Berikut ini adalah bagan
dari organisasi perusahaan di Astra Life;
Sumber:
Water Hack Burns 2 lb of Fat OVERNIGHT
ReplyDeleteAt least 160k men and women are losing weight with a simple and secret "water hack" to burn 1-2 lbs each night while they sleep.
It's very simple and it works on everybody.
Here are the easy steps for this hack:
1) Hold a drinking glass and fill it half glass
2) And now learn this weight loss HACK
you'll be 1-2 lbs thinner in the morning!